RUJUK dalam Islam

Posted: Februari 17, 2010 in al-ahwal asy-syakhsiyyah
Tag:

A. PENGERTIAN RUJUK

Rujuk artinya kembali. Menurut syara’ adalah kembalinya seorang suami kepada mantan istrinya dengan perkawinan dalam masa iddah sesudah ditalak raj’iy.[1]

Firman Allah :

Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’[2]. tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya[3] dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al-Baqarah:  228)

Bila seorang suami telah menceraikan istrinya, maka ia boleh  bahkan dianjurkan untuk rujuk kembali dengan syarat bila keduanya betul-betul hendak berbaikan kembali (islah). Dengan arti bahwa keduanya benar-benar sama-sama saling mengerti dan penuh rasa tanggung jawab antara satu dengan lainnya. Akan tetapi bila suami mempergunakan kesempatan rujuk itu bukan untuk berbuat islah, bahkan bertujuan untuk menganiaya tanpa memberi nafkah, atau semata-mata untuk menahan istri agar jangan menikah dengan orang lain, maka suami tersebut tidak berhak untuk merujuk istrinya itu, malah haram hukumnya.

B. MACAM-MACAM RUJUK

Rujuk dapat dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. Rujuk untuk talak 1 dan 2 (talak raj’iy)

Dalam suatu hadist disebutkan : dari Ibnu Umar r.a. waktu itu ia ditanya oleh seseorang, ia berkata, “Adapun engkau yang telah menceraikan ( istri) baru sekali atau dua kali, maka sesungguhnya Rasulullah SAW telah menyuruhku merujuk istriku kembali” (H.R. Muslim)

Karena besarnya hikmah yang terkandung dalam ikatan perkawinan, maka bila seorang suami telah menceraikan istrinya, ia telah diperintahkan oleh Allah SWT agar merujukinya kembali.

Firman  Allah SWT :

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan cara yang ma’ruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma’ruf (pula). janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, Karena dengan demikian kamu menganiaya mereka[4]. barangsiapa berbuat demikian, Maka sungguh ia Telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab dan Al hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. dan bertakwalah kepada Allah serta Ketahuilah bahwasanya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Baqarah : 231)

  1. Rujuk untuk talak 3 (talak ba’in)

Hukum rujuk pada talak ba’in sama dengan pernikahan baru, yaitu tentang persyaratan adanya mahar, wali, dan persetujuan. Hanya saja jumhur berpendapat bahwa utuk perkawinan ini tidak dipertimbangkan berakhirnya masa iddah.

C. SYARAT-SYARAT RUJUK

Syarat-syarat rujuk yang harus dipenuhi antara lain :[5]

  1. Saksi untuk rujuk

Fuqaha berbeda pendapat tentang adanya saksi dalam rujuk, apakah menjadi syarat sahnya rujuk atau tidak. Imam Malik berpendapat bahwa saksi dalam rujuk adalah disunahkan sedangkan Imam Syafi’i mewajibkan.

  1. Rujuk dengan kata-kata atau pergaulan istri

Terdapat perbedaan pendapat pula dalam hal ini, sebagai berikut:

  • Menurut pendapat Imam Malik mengatakan bahwa rujuk dengan pergaulan, istri hanya dianggap sah apabila diniatkan untuk merujuk. Karena bagi golongan ini, perbuatan disamakan dengan kata-kata dan niat.
  • Menurut pendapat Imam Abu Hanifah, yang mempersoalkan rujuk dengan pergaulan, jika ia bermaksud merujuk dan ini tanpa niat.
  • Menurut pendapat Imam Syafi’i, bahwa rujuk itu disamakan dengan perkawinan dan Allah SWT memerintahkan untuk diadakan persaksian, sedang persaksian hanya terdapat dalam kata-kata.
  1. Kedua belah pihak yakin dapat hidup bersama kembali dengan baik
  2. Istri telah dicampuri

Jika istri yang dicerai belumpernah dicampuri, maka tidak sah rujuk, tetapi harus dengan perkawinan baru lagi

  1. Istri baru dicerai dua kali

Jika istri telah ditalak tiga maka tidak sah rujuk lagi, melainkan harus telah menikah dengan orang lain kemudian bercerai, barulah boleh rujuk kembali dengan akad yang baru.

Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah Talak yang kedua), Maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, Maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) Mengetahui.(Q.S. Al-Baqarah : 230)

  1. Istri yang dicerai dalam masa iddah raj’iy

Jika bercerainya dari istri karena fasakh atau khulu’ atau talak ba’in atau istri yang dicerai belum pernah dicampuri, maka rujuknya tidak sah.

D. RUKUN RUJUK

  1. Ada suami yang merujuk atau wakilnya
  2. Ada istri yang dirujuk dan sudah dicampuri
  3. Kedua belah pihak sama-sama suka dan ridho
  4. Dengan pernyataan ijab dan qobul

Misalnya, “Aku rujuk engkau pada hari ini” atau “Telah kurujuk istriku yang bernama ………… pada hari ini” dan lain sebagainya yang semakna.

E. PROSEDUR RUJUK

Pasangan mantan suami istri yang akan melakukan rujuk harus datang menghadap PPN (Pegawai Pencatat Nikah) atau Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang mewilayahi tempat tinggal istri dengan membawa surat keterangan untuk rujuk dari Kepala Desa/Lurah serta Kutipan dari Buku Pendaftaran Talak/Cerai atau Akta Talak/Cerai.[6]

Adapun prosedurnya adalah sebagai berikut :[7]

  1. Di hadapan PPn suami mengikrarkan rujuknya kepada istri disaksikan minimal dua orang saksi
  2. PPN mencatatnya dalam Buku Pendaftaran Rujuk, kemudian membacanya dihadapan suami-istri tersebut terhadap saksi-saksi, dan selanjutnya masing-masing membubuhkan tanda tangan.
  3. PPN membuatkan kutipan Buku Pendaftaran Rujuk rangkap dua dengan nomor dan kode yang sama
  4. Kutipan diberikan kepada suami-istri yang rujuk
  5. PPN membuat surat keterangan tentang terjadinya rujuk dan mengirimnya ke Pengadilan Agama yang mengeluarkan akta talak yang bersangkutan
  6. Suami-istri dengan membawa Kutipan Buku Pendaftaran Rujuk datang ke Pengadilan Agama tempat terjadinya talak untuk mendapatkan kembali Akta Nikahnya masing-masing
  7. Pengadilan Agama memberikan Kutipan Akta Nikah yang bersangkutan dengan menahan Kutipan Buku Pendaftaran Rujuk.

[1] Drs. Slamet Abidin & Drs. H. Aminuddin, Fiqh Munakahat 2, Bandung : Pustaka Setia, 1999. hlm. 149.

[2] Quru’ dapat diartikan suci atau haidh

[3] Hal Ini disebabkan Karena suami bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesejahteraan rumah tangga (lihat surat An Nisaa’ ayat 34).

[4] Umpamanya: memaksa mereka minta cerai dengan cara khulu’ atau membiarkan mereka hidup terkatung-katung.

[5] Drs. Slamet Abidin & Drs. H. Aminuddin, Fiqh Munakahat 2, Bandung : Pustaka Setia, 1999. hlm. 151.

[6] Ibid. hlm. 155.

[7] Ibid.

Komentar
  1. arres mengatakan:

    syukran…sangat bermanfaat

  2. faisal salim mengatakan:

    bagaimana dengan rujuk yang statusnya Khuluk dalam hal pencatatan di KUA? Karena di KHI nikah baru… apakah dicatat baru lagi?

  3. Madi rohani mengatakan:

    Istri saya meninggalkan rumah tangga, saya mencoba mengajaknya pulang tp tdk mau lalu dia tetap minta cerai..maka sy jatuhkan talak satu kpdnya..apakah bisa di rujuk .?

    • stoentmoslem mengatakan:

      coba mediasi dengan pihak ketiga, 1 orang dari pihak istri dan 1 orang dari pihak suami.
      dicari titik temu agar dapat menyelesaikan permasalahan dalam pernikahan anda
      talak 1 = talak raj’iy (masih dapat rujuk)

  4. Dilla Utami mengatakan:

    kok gak ada hikmah rujuk ya??

  5. Dayana h mengatakan:

    sy dan suami sdh cerai, tp sy yg ngajuin ke PA. saat ini sy dan suami ingin rujuk apakah sy harus ada wali lg / tdk?? krn suami sy msh takut suasana msh panas dan emosi ortu sy jg. apakah setelah rujuk khulu memperoleh buku nikah baru / yg lama masih berlaku??? apakah rujuk setelah khulu hrs ada wali lagi bagi yg perempuan / bekas istri tadi????
    apakah sah istri ajukan khulu krn dorongan emosi suami??? sah kah khulu nya istri jika suami tak menjatuhkan talaq, khulu jatuh krn istri minta ke hakim di sebab kan dorongan suami. tlg di balas ke email sy… sy tggu balasannya krn ini sangat penting bagi sy dan suami sy. terima kasih..

  6. tata mengatakan:

    ass
    suamiq brkta crai pdq.tp g mau dftar kePA.trz aq yg dftr,tp sblum PA mmtuskn crai,qt brhubgn intm.ap tu trmsuk rjuk

    • stoentmoslem mengatakan:

      wa’alaikum salam wr. wb
      saudari tata, talak(cerai) sebaiknya dilaksanakan dimuka pengadilan agar pihak istri mendapatkan perlindungan hukum dari negara.
      dalam kasus anda, ketika pihak istri yang mendaftarkan ke PA disebut cerai gugat.
      (sekedar intro)

      menjawab pertanyaan anda : “suamiq brkta crai pdq.tp g mau dftar kePA.trz aq yg dftr,tp sblum PA mmtuskn crai,qt brhubgn intm.ap tu trmsuk rjuk”
      suami anda berkata cerai itu untuk yang pertama kalinya atau bukan?
      jika memang ini yg pertama kalinya, maka posisi pernikahan anda dalam keadaan talak raj’iy (yg masih dapat lembali), bisa disebut rujuk meskipun kalimat rujuk itu tidak terucap secara langsung dari suami anda, rujuk dengan isyarat mengajak kembali (dalam hal ini berhubungan suami-istri)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s